Para ahli kimia
telah mencoba menerangkan adanya hubungan antara orbital orbital yang mengambil
peranan penting pada pembentukan ikatan dalam suatu molekul dengan bentuk
molekulnya. Bentuk bentuk molekul dapat dikarakterisasi atas dasar sifat
simetrinya yang kemudian dikenal dengan istilah simetri molekular
Teori grup merupakan cabang matematika yang
menjelaskan sifat model abstrak dari fenomena yang tergantung pada simetri.
Meskipun abstrak, teori grup menyediakan teknik praktis untuk memprediksi
secara kuantitatif dan dapat memverifikasi perilaku atom, molekul dan padatan.
Ketika gagasan dasarnya sudah jelas maka teknik tersebut mudah untuk
diaplikasikan di mana hanya memerlukan perhitungan aritmatika sederhana.
Dalam pembahasan pendahuluan mengenai aplikasi
teori grup untuk kimia ini, semua alat matematika yang digunakan berupa konsep
dasar dan dikembangkan ketika diperlukan. Alat matematika tersebut hanya
gagasan dasar geometri Euclid, trigonometri dan bilangan kompleks. Dalam
derajat tertentu grup titik merupakan grup simetri suatu objek seperti
atom atau molekul. (Kisi tak-terbatas yang terjadi dalam teori padatan kristal
memiliki simetri translasi sebagai tambahan). Kekhususan grup titik untuk
molekul yang sesuai menetapkan kesempurnaan simetrinya.
Terdapat berbagai tipe simetri yang dapat
diperlihatkan suatu molekul. Hanya operasi molekul asimetri seperti morfin yang
merupakan identitas: grup simetri metana; molekul bersimetri tinggi ini
mengandung empatbelas operasi. Pada penentuan berbagai simetri yang
terobservasi dalam molekul. Pertama, menetapkan dan mengilustrasikan tipe
operasi yang berbeda. Pertimbangan penggabungan yang sesuai dari unsur simetri
menyebabkan terhimpunnya grup titik yang umum.
Alasan krusial mengenai pentingnya teori grup dalam kimia
bahwa teori tersebut menyediakan deskripsi kuantitatif mengenai sifat simetri
atom, molekul, dan padatan. Namun demikian, menjadi tidak tepat ketika berpikir
bahwa teori grup hanya merupakan—atau utamanya—suatu teori mengenai
simetri geometri karena teori grup juga menjelaskan proses aritmatika
sederhana. Sebenarnya sumber kekuatan teori grup ketika dihubungkan
dengan fenomena yang tergantung pada simetri di mana penetapannya dari hubungan
antara simetri dan jumlah. Ini merupakan suatu analogi untuk menyediakan
representasi aritmatika operasi geometri yang menghasilkan kesimpulan geometri
dari perhitungan numerik sederhana.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengenalan unsure simetri serta klasifikasi
molekul berdasarkan grup titik
A.
Pengenalan E, Cn, σ,i,dan
Sn
1.
Identitas E
Apabila terhadap suatu objek, ion atau molekul, tidak
dioperasikan sama
sekali, maka jelas bahwa objek tersebut akan mempunyai
konfigurasi yang tidak
dapat dibedakan antara sebelum
dengan sesudah operasi simetri
dilaksanakan. Dengan demikian
tidak dioperasikan sama sekali terhadap suatu objek, secara
matematis, dapat dipertimbangkan sebagai unsur simetri dan operasi simetri. Jadi, setiap objek pasti mempunyai identitas
E. alas an untuk memasukkan unsure itu
adalah beberapa molekul (misalnya CCClBrF) hanya mempunyai unsure simetri, alas
an lainnya bersifat teknis dan berhubungan dengan rumusan teori grup.
2.
Sumbu Putar Cn
Rotasi tingkat n (oprasinya) disekitar sumbu simetri
tingkat-n Cn (unsure yang bersangkutan) merupakan rotasi 360o/n. Suatu
objek dikatakan mempunyai unsur simetri berupa sumbu putar simetri Cn apabila
putaran (rotasi) sebesar n dengan sumbu putar Cn terhadap objek tersebut
menghasilkan konfigurasi objek yang ekivalen (tidak dapat dibedakan). Ada dua
cara operasi simetri putar, yaitu
1.
Objek diputar
searah dengan jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan sementara itu
disumbu-sumbu kartes tetap diam.
2.
Sumbu-sumbu kartes
diputar berlawanan arah putaran jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan
sementara objek tetap diam.
Molekul H2O mempunyai sumbu simetri tingkat 2,
C2. Molekul NH3 mempunyai sumbu simetri tingkat 3, C3.
Seperti gambar berikut.
Contoh sebuah
molekul yang memiliki sumbu putar (C3) adalah NH3. sudut
rotasi 360o/3 = 120o. operasi yang kedua C3
dapat dilakukan berurutan untuk memberikan rotasi baru 240o. operasi
yang dihasilkan menunjuk C32 dan juga operasi simetri
dari molekul. Ada berturut C3 operasi yang sama dengan operasi
identitas (C33
E).
Molekul
linear mempunyai sumbu rotasi tak terbatas, C∞ karena setiap rotasi pada sumbu
molecular axis akan memberikan susunan/penataan yang sama.
3.
Bidang pantul
simetri (c)
Operasi simetri suatu bidang simetri
adalah berupa refleksi (pantulan) oleh bidang tersebut yang menghasilkan konfigurasi molekul yang ekivalen.
Dengan demikian hanya ada satu turunan operasi pantul, sebab operasi
pantul yang kedua
(secara berturutan) σ 2 akan menghasilkan konfigurasi awal kembali (σ 2 = E ).
Jika bidang itu sejajar dengan sumbu utama, bidang itu disebut vertical dan
diberi notasi σv . molekul H2O mempunyai dua bidang simetri
vertical berikut gambarnya
Gambar : molekul H2O
mempunyai dua bidang cermin. Keduanya vertical (mengandung sumbu utama ),
sehingga diberi notasi σv dan σ’v.
Pada molekul NH3 mempunyai
tiga bidang simetri vertical . Jika bidang simetri tegak lurus dengan bidang
utama, bidang itu disebut dengan horizontal dan diberi notasi σh . Bidang cermin
vertical yang membagi dua sudut antara dua sumbu C2 disebut bidang
dihedral dan diberi notasi σd contohnya pada etana ,seperti
pada gambar berikut ini:
4.
Sumbu Putar Pantul Sn
Operasi simetri putar-pantul Sn, yang sering disebut juga
sebagai rotasi tak sempurna, adalah rotasi n dengan sumbu sembarang a kemudian
diikuti oprasi pantul pada bidang yang tegak lurus sumbu sembarang a ini.
Operasi simetri S3 dapat dijumpai pada contoh molekul AB3.
perlu diingat bahwa molekul yang tidak mempunyai sumbu simetri Cn dan bidang
simetri yang tegak lurus dengan Cn bukan berarti tidak mempunyai Sn.
Molekul CH4
mempunyai sumbu pemantulan-perputaran tingkat 4 (S4) molekul ini
tidak dapat dibedakan sesudah rotasi 90o yang diikuti dengan pemantulan
pada bidang horizontal.
5.
Pusat Simetri atau
Pusat Inverse (i)
Operasi pusat inversi
adalah refleksi suatu objek terhadap titik pusat inversi; hal ini dapat diterapkan
dengan cara menarik garis
lurus
dari sembarang titik
(atom) melalui titik pusat simetri molekulnya dan pada seberang dengan jarak yang sama
relatif
terhadap
pusat
simetri ini diperoleh titik
(atom)
yang sama
pula.
Untuk molekul H2O
dan molekul NH3 tidak
mempunyai pusat invers, tetapi bola dan kubus mempunyai 1. Molekul C6H6
mempunyai pusat invers, demikian pula dengan octahedral biasa. Jenis bidang segitiga AB3, dan tetrahedron AB4 jelas tidak mempunyai pusat simetri i,
sedangkan molekul jenis busursangkar AB4 dan oktahedron AB6 mempunyai pusat simetri i. Dengan demikian, molekul dengan bentuk trigonal AB3 seperti BCl3 misalnya, mempunyai unsur-unsur simetri :
E, C3,C32,C2,C2’,C2’’,
σh, σv, σ’v, σv’’,S3
, dan S32
Pusat invers :
Inversi dan pusat symmetry, i (pusat invers); objek harus direfleksikan melalui pusat inverse,
yang harus berada pada pusat massa objek. Operasi inverse mengambil titik atau
objek pada [x,y,z] hingga [-x, -y,
-z].
[x,y,z] i
[-x, -y, -z]
Berikut adalah table tentang unsure simetri dan
operasinya :
Simbol
|
Unsur
|
Operasi
|
Contoh
|
E
|
Unsur identitas
|
Membiarkan obyek tidak berubah
|
CHFClBr
|
C2
|
Sumbu rotasi
|
Rotasi seputar sumbu dengan derajat rotasi 360/n (n
adalah bilangan bulat)
|
p-diklorobenzena
|
C3
|
NH3
|
||
C4
|
[PtCl4]2-
|
||
C5
|
Siklopentadiena
|
||
C6
|
Benzene
|
||
Σ
|
Bidang simetri
|
Refleksi melalui bidang simetri
|
H2O
|
I
|
Pusat/titik inverse
|
Proyeksi melewati pusat inversi ke sisi seberangnya
dengan jarak yang sama dari pusat
|
|
S4
|
Sumbu rotasi tidak sejati (Improper rotational sumbu)
|
Rotasi mengitari sumbu rotasi diikuti dengan refleksi
pada bidang tegak lurus sumbu rotasi
|
CH4
|
S6
|
Etana
|
B.
Klasifikasi Molekul Berdasarkan Grup Titik
Untuk menggolongkan molekul menurut simetrinya, dibuat
daftar unsur simetrinya, kemudian molekul yang mempunyai daftar sama dimasukkan
kedalam kelompok yang sama. Prosedur ini menempatkan CH4 dan CCl4
yang mempunyai simetri sama sebagai tetrahedral biasa kedalam grup yang
sama dan H2O masuk grup lain.
Nama grup tersebut ditentukan oleh unsur simetri yang
dimilikinya. Terdapat dua sistem penamaan yaitu sistem Schoenflies dan sistem
Hermann-Mauguin atau sistem internasional. Sistem Schoenflies lebih umum untuk
pembahasan molekul individual, dan sistem Hermann-Mauguin banyak digunakan
dalam pembahasan simetri kristal.
1.
Grup C1, Ci, Cs (Low
Symmetry)
Grup
|
Simetri
|
Example
|
Gambar
|
C1
|
jika molekul itu hanya mempunyai unsure identitas
|
CHFClBr
|
|
Ci
|
Ci jika molekul tersebut mempunyai identitas
dan inverse
|
HClBrC-CHClBr
|
|
Cs
|
jika molekul tersebut mempunyai identitas dan bidang
pemantulan
|
H2C=CClBr
|
2.
Grup Cn, Cnv, Cnh
Sebuah molekul termasuk grup Cn jika molekul
tersebut memiliki sumbu simetri tingkat n. misalnya H2O2
mempunyai unsure E dan C2, sehingga termasuk grup C2.
Jika selain identitas dan sumbu Cn, molekul
juga mempunyai n bidang cermin vertical σv, maka molekul tersebut
termasuk grup Cnv. Contohnya molekul H2O mempunyai unsure
simetri E, C2, dan 2σv, sehingga termasuk grup C2v.
molekul NH3 mempunyai unsure simetri E, C3, dan 3σv,
sehingga termasuk grup C3v. molekul diatomic heferonuklir
seperti HCl termasuk C∞V, karena semua rotasi disekitar sumbu dan
pemantulan kehadapannya merupakan operasi simetri. C∞V juga
merupakan grup molekul OCS linier dan kerucut.
Objek yang selain
mempunyai identitas dan sumbu utama tingkat n juga mempunyai bidang
cermin horizontal σh, termasuk grup Cnh. Contohnya adalah
trans-CHCl=CHCl yang mempunyai unsure E, C2, dan σ2h.
seperti tampak pada gambar berikut.
3.
Grup Dn, Dnh, dan Dnd
Molekul yang mempunyai sumbu utama tingkat-n dan n sumbu
simetri tingkat-dua yang tegak lurus Cn seperti pada gambar berikut
ini termasuk grup Dn.
Gambar : Molekul dengan n sumbu rotasi tingkat dua
yang tegak lurus pada sumbu rotasi
tingkat-n termasuk Dn (Atkins, 1989).
Molekul termasuk kedalam grup Dnh jika molekul itu juga mempunyai bidang cermin
horizontal seperti pada gambar 15.12 . Molekul termasuk Dnh . Molekul BF3 trigonal-datar mempunyai
unsur E,C3,3C2, dan σh (dengan satu sumbu C2
sepanjang setiap ikatan B – F), sehingga termasuk D3h. Molekul C6H6
mempunyai unsur E, C6, 6C2, dan σh bersama dengan
beberapa unsur lain yang disiratkan, sehingga molekul itu termasuk D6h.
Semua molekul diatomik homonuklir, seperti N2 termasuk grup D∞h,
karena semua rotasi disekitar sumbu merupakan operasi simetri , demikian
juga rotasi ujung-ke-ujung dan pemantulan ujung –ke-ujung . D∞h juga
merupakan grup molekul OCO linier dan HC≡CH dan juga silinder seragam.

Gambar 15.12 tiga contoh molekul yang termasuk Dnh , (a)
C2H4 termasuk D2h, (b) PCl5 , yang
mempunyai panjang ikatan pada poros dan bidang mendatar yang berbeda termasuk D3h,
dan (c) kompleks [AuCl4]- bujur sangkar datar termasuk D4h
(Atkins, 1989).
Sebuah molekul termasuk golongan D nd, jika molekul itu
mempunyai unsur Dn dan n bidang cermin dihedral σd .
molekul alena yang terpuntir 900 seperti pada gambar 15.13a termasuk
D2d , dan etena yang berbentuk zigzag (gambar 15.13b) termasuk D3d.

Gambar 15.13 (a) molekul alena
90o termasuk D2d dan (b) konformasi zigzag dari etana
termasuk D3d
4.
Grup Sn
Molekul yang belum diklasifikasikan tetapi mempunyai satu
sumbu Sn , termasuk grup Sn . contohnya diperlihatkan
pada gambar 15.14 sangat jarang molekul yang termasuk Sn dengan n
> 4 . perhatikanlah bahwa S2 sama dengan Ci, sehingga
molekul seperti ini sudah digolongkan sebagai Ci

Gambar
15.14 Tetrafenilmetana merupakan contoh molekul yang termasuk S4 (Atkins,
1
5.
Kubus
Beberapa molekul yang sangat penting (misalnya CH4)
mempunyai lebih dari satu sumbu utama. Semua molekul ini termasuk kubus, dan
secara khusus termasuk tetrahedral T,Td dan Th atau
termasuk oktahedral O, Oh.

Molekul tetrahedral dan oktahedral lebih baik digambarkan
dalam hubungannya dengan kubus. Molekul itu termasuk salah satu kubus. (a) CCl4
termasuk Td dan (b) SF6 termasuk Oh
Dikenal juga beberapa molekul ikosahedral (dua puluh
sisi), yang termasuk molekul ini meliputi beberapa senyawa borang. Td
dan Oh merupakan tetrahedral biasa (misalnya CH4) dan
oktahedron biasa (SF6). Jika obyek itu mempunyai simetri rotasi dari
tetrahedron atau oktahedron, tetapi tidak mempunyai bidang pemantulannya, maka
obyek itu termasuk yang lebih sederhana T atau O. Th berdasarkan pada T, tetapi
juga mempunyai pusat inversi.
6.
Rotasi Penuh, R3
Rotasi penuh terdiri dari sumbu rotasi yang tak terhingga
banyaknya dengan semua nilai n yang
mungkin. Bola dan atom termasuk R3, tetapi tidak ada molekul yang termasuk itu.
Meneliti konsekuensi R3 merupakan cara yang sangat penting untuk menerapkan
argumentasi simetri terhadap atom dan merupakan hampiran alternatif bagi teori
momentum orbital.
Klasifikasi
molekul

1. Tentukan apakah molekul termasuk kedalam low symmetry (C1,Cs,Ci)
atau high symmetry (Td, Oh,
C∞h, D∞h, or Ih). Dideskripsikan dalam tabel
4-2 dan 4-3.
2. Untuk semua molekul yang tersisa, temukan sumbu rotasi
dengan n tertinggi, sumbu Cn
tertinggi untuk molekul
3. Apakah molekul memiliki setiap sumbu C2 tegak
lurus? Jika iya, akankah n seperti
sumbu C2, dan molekul dalam
kelompok set D. Jika tidak, itu termasuk dalam set C atau S.
4. Apakah molekul memiliki sebuah bidang cermin (σh)
tegak lurus pada sumbu Cn? Jika iya, itu diklasifikasikan dalam Cnh
atau Dnh. Jika tidak, lanjutkan ke langkah 5.
5. Apakah molekul memiliki setiap bidang cermin yang berisi
sumbu Cn (σv atau σd ) ? jika iya, itu diklasifikasikan
sebagai Cnv atau Dnd. Jika tidak, tetapi termasuk dalam
set D, itu diklasifikasikan sebagai Dn. Jika molekul termasuk dalam
set C atau S, lanjutkan ke langkah 6.
6. Apakah sebuah sumbu S2n collinear dengan sumbu Cn? Jika iya,diklasifikasikan
sebagai S2n. jika tidak, molekul tersebut diklasifikasikan sebagai Cn
Setiap langkah diilustrasikan dalam teks berikut dengan menetapkan molekul pada gambar 48.
Untuk kasus low
symmetry dan high symmetry
diperlakukan berbeda karena sifat
khusus mereka. Molekul yang tidak termasuk dalam
kelompok lowsymmetry dan high symmetry dapat termasuk dalam
sebuah grup titik dengan mengikuti langkah2 sampai 6.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1.
Terdapat lima jenis
operasi simetri dan lima jenis unsur simetri, yang membuat sekurang-kurangnya
satu titik tak berubah, sehingga menghasilkan grup titik.
2.
Operasi simetri
terdiri dari identitas E, sumbu putas Cn, Bidang pantul simetri (σ), Pusat
Inverse (i) dan sumbu Putar Pantul Sn
3.
Rotasi tingkat n
(oprasinya) disekitar sumbu simetri tingkat-n Cn (unsure yang bersangkutan)
merupakan rotasi 360o/n.
4.
Molekul H2O
mempunyai sumbu simetri tingkat 2 C2. Molekul NH3
mempunyai sumbu simetri tingkat 3
5.
Operasi simetri suatu bidang simetri adalah berupa refleksi
(pantulan) oleh bidang tersebut yang menghasilkan konfigurasi molekul yang ekivalen
6.
Molekul yang tidak
mempunyai sumbu simetri Cn dan bidang simetri yang tegak lurus dengan Cn bukan
berarti tidak mempunyai Sn
7.
Operasi pusat inversi adalah refleksi
suatu objek terhadap titik pusat inverse
8.
Molekul H2O2
mempunyai unsure E dan C2, sehingga termasuk grup C2, H2O
mempunyai unsure simetri E, C2, dan 2σv, sehingga termasuk
grup C2v, dan Objek yang juga mempunyai bidang cermin horizontal σh,
termasuk grup Cnh. Contohnya adalah trans-CHCl=CHCl
9.
Klasifikasi molekul
berdasarkan grup titik yaitu grup Grup C1, Ci, Cs, Dn,
Dnh, dan Dnd, dan Grup Sn
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1989. Kimia
Fisika Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Miessler, Gary L dan Donald A.Tarr. Inorganic Chemistry. Person Education International : Minnesota
Krisnandi, Yuni dan Riwandi Sihombing. 2015. Introduksi Simetri Molekular. AndriansChem.blogspot.com
diakses pada tanggal 22 April 2015 Pukul
16.00 WIB di Bandar Lampung .
Anonim. 2015. Simetri
Molekular (pdf). http://staffuny.ac.id/sites/default
/files/2b.%20Rangkuman%20Diktat%20Kimia%20Anorganik%20IV_0.pdf diakses pada 30
April 2015 pukul 16.10 WIB di Bandar Lampung
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Para ahli kimia
telah mencoba menerangkan adanya hubungan antara orbital orbital yang mengambil
peranan penting pada pembentukan ikatan dalam suatu molekul dengan bentuk
molekulnya. Bentuk bentuk molekul dapat dikarakterisasi atas dasar sifat
simetrinya yang kemudian dikenal dengan istilah simetri molekular
Teori grup merupakan cabang matematika yang
menjelaskan sifat model abstrak dari fenomena yang tergantung pada simetri.
Meskipun abstrak, teori grup menyediakan teknik praktis untuk memprediksi
secara kuantitatif dan dapat memverifikasi perilaku atom, molekul dan padatan.
Ketika gagasan dasarnya sudah jelas maka teknik tersebut mudah untuk
diaplikasikan di mana hanya memerlukan perhitungan aritmatika sederhana.
Dalam pembahasan pendahuluan mengenai aplikasi
teori grup untuk kimia ini, semua alat matematika yang digunakan berupa konsep
dasar dan dikembangkan ketika diperlukan. Alat matematika tersebut hanya
gagasan dasar geometri Euclid, trigonometri dan bilangan kompleks. Dalam
derajat tertentu grup titik merupakan grup simetri suatu objek seperti
atom atau molekul. (Kisi tak-terbatas yang terjadi dalam teori padatan kristal
memiliki simetri translasi sebagai tambahan). Kekhususan grup titik untuk
molekul yang sesuai menetapkan kesempurnaan simetrinya.
Terdapat berbagai tipe simetri yang dapat
diperlihatkan suatu molekul. Hanya operasi molekul asimetri seperti morfin yang
merupakan identitas: grup simetri metana; molekul bersimetri tinggi ini
mengandung empatbelas operasi. Pada penentuan berbagai simetri yang
terobservasi dalam molekul. Pertama, menetapkan dan mengilustrasikan tipe
operasi yang berbeda. Pertimbangan penggabungan yang sesuai dari unsur simetri
menyebabkan terhimpunnya grup titik yang umum.
Alasan krusial mengenai pentingnya teori grup dalam kimia
bahwa teori tersebut menyediakan deskripsi kuantitatif mengenai sifat simetri
atom, molekul, dan padatan. Namun demikian, menjadi tidak tepat ketika berpikir
bahwa teori grup hanya merupakan—atau utamanya—suatu teori mengenai
simetri geometri karena teori grup juga menjelaskan proses aritmatika
sederhana. Sebenarnya sumber kekuatan teori grup ketika dihubungkan
dengan fenomena yang tergantung pada simetri di mana penetapannya dari hubungan
antara simetri dan jumlah. Ini merupakan suatu analogi untuk menyediakan
representasi aritmatika operasi geometri yang menghasilkan kesimpulan geometri
dari perhitungan numerik sederhana.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengenalan unsure simetri serta klasifikasi
molekul berdasarkan grup titik
B.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Apa saja operasi
dan unsure simetri berdasarkan grup titik?
2.
Bagaimana
klasifikasi molekul berdasarkan grup titik?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui
operasi dan unsure simetri berdasarkan grup titik
2.
Untuk mengetahui
klasifikasi molekul berdasarkan grup titik
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengenalan E, Cn, σ,i,dan
Sn
1.
Identitas E
Apabila terhadap suatu objek, ion atau molekul, tidak
dioperasikan sama
sekali, maka jelas bahwa objek tersebut akan mempunyai
konfigurasi yang tidak
dapat dibedakan antara sebelum
dengan sesudah operasi simetri
dilaksanakan. Dengan demikian
tidak dioperasikan sama sekali terhadap suatu objek, secara
matematis, dapat dipertimbangkan sebagai unsur simetri dan operasi simetri. Jadi, setiap objek pasti mempunyai identitas
E. alas an untuk memasukkan unsure itu
adalah beberapa molekul (misalnya CCClBrF) hanya mempunyai unsure simetri, alas
an lainnya bersifat teknis dan berhubungan dengan rumusan teori grup.
2.
Sumbu Putar Cn
Rotasi tingkat n (oprasinya) disekitar sumbu simetri
tingkat-n Cn (unsure yang bersangkutan) merupakan rotasi 360o/n. Suatu
objek dikatakan mempunyai unsur simetri berupa sumbu putar simetri Cn apabila
putaran (rotasi) sebesar n dengan sumbu putar Cn terhadap objek tersebut
menghasilkan konfigurasi objek yang ekivalen (tidak dapat dibedakan). Ada dua
cara operasi simetri putar, yaitu
1.
Objek diputar
searah dengan jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan sementara itu
disumbu-sumbu kartes tetap diam.
2.
Sumbu-sumbu kartes
diputar berlawanan arah putaran jarum jam dengan sumbu putar yang bersangkutan
sementara objek tetap diam.
Molekul H2O mempunyai sumbu simetri tingkat 2,
C2. Molekul NH3 mempunyai sumbu simetri tingkat 3, C3.
Seperti gambar berikut.

Contoh sebuah
molekul yang memiliki sumbu putar (C3) adalah NH3. sudut
rotasi 360o/3 = 120o. operasi yang kedua C3
dapat dilakukan berurutan untuk memberikan rotasi baru 240o. operasi
yang dihasilkan menunjuk C32 dan juga operasi simetri
dari molekul. Ada berturut C3 operasi yang sama dengan operasi
identitas (C33
E).
Molekul
linear mempunyai sumbu rotasi tak terbatas, C∞ karena setiap rotasi pada sumbu
molecular axis akan memberikan susunan/penataan yang sama.
3.
Bidang pantul
simetri (c)
Operasi simetri suatu bidang simetri
adalah berupa refleksi (pantulan) oleh bidang tersebut yang menghasilkan konfigurasi molekul yang ekivalen.
Dengan demikian hanya ada satu turunan operasi pantul, sebab operasi
pantul yang kedua
(secara berturutan) σ 2 akan menghasilkan konfigurasi awal kembali (σ 2 = E ).
Jika bidang itu sejajar dengan sumbu utama, bidang itu disebut vertical dan
diberi notasi σv . molekul H2O mempunyai dua bidang simetri
vertical berikut gambarnya

Gambar : molekul H2O
mempunyai dua bidang cermin. Keduanya vertical (mengandung sumbu utama ),
sehingga diberi notasi σv dan σ’v
.
Pada molekul NH3 mempunyai
tiga bidang simetri vertical . Jika bidang simetri tegak lurus dengan bidang
utama, bidang itu disebut dengan horizontal dan diberi notasi σh . Bidang cermin
vertical yang membagi dua sudut antara dua sumbu C2 disebut bidang
dihedral dan diberi notasi σd contohnya pada etana ,seperti
pada gambar berikut ini:
4.
Sumbu Putar Pantul Sn
Operasi simetri putar-pantul Sn, yang sering disebut juga
sebagai rotasi tak sempurna, adalah rotasi n dengan sumbu sembarang a kemudian
diikuti oprasi pantul pada bidang yang tegak lurus sumbu sembarang a ini.
Operasi simetri S3 dapat dijumpai pada contoh molekul AB3.
perlu diingat bahwa molekul yang tidak mempunyai sumbu simetri Cn dan bidang
simetri yang tegak lurus dengan Cn bukan berarti tidak mempunyai Sn.
Molekul CH4
mempunyai sumbu pemantulan-perputaran tingkat 4 (S4) molekul ini
tidak dapat dibedakan sesudah rotasi 90o yang diikuti dengan pemantulan
pada bidang horizontal.

5.
Pusat Simetri atau
Pusat Inverse (i)
Operasi pusat inversi
adalah refleksi suatu objek terhadap titik pusat inversi; hal ini dapat diterapkan
dengan cara menarik garis
lurus
dari sembarang titik
(atom) melalui titik pusat simetri molekulnya dan pada seberang dengan jarak yang sama
relatif
terhadap
pusat
simetri ini diperoleh titik
(atom)
yang sama
pula.
Untuk molekul H2O
dan molekul NH3 tidak
mempunyai pusat invers, tetapi bola dan kubus mempunyai 1. Molekul C6H6
mempunyai pusat invers, demikian pula dengan octahedral biasa. Jenis bidang segitiga AB3, dan tetrahedron AB4 jelas tidak mempunyai pusat simetri i,
sedangkan molekul jenis busursangkar AB4 dan oktahedron AB6 mempunyai pusat simetri i. Dengan demikian, molekul dengan bentuk trigonal AB3 seperti BCl3 misalnya, mempunyai unsur-unsur simetri :
E, C3,C32,C2,C2’,C2’’,
σh, σv, σ’v, σv’’,S3
, dan S32
Pusat invers :

Inversi dan pusat symmetry, i (pusat invers); objek harus direfleksikan melalui pusat inverse,
yang harus berada pada pusat massa objek. Operasi inverse mengambil titik atau
objek pada [x,y,z] hingga [-x, -y,
-z].

Berikut adalah table tentang unsure simetri dan
operasinya :
Simbol
|
Unsur
|
Operasi
|
Contoh
|
E
|
Unsur identitas
|
Membiarkan obyek tidak berubah
|
CHFClBr
![]() |
C2
|
Sumbu rotasi
|
Rotasi seputar sumbu dengan derajat rotasi 360/n (n
adalah bilangan bulat)
|
p-diklorobenzena
![]() |
C3
|
NH3
![]() |
||
C4
|
[PtCl4]2-
![]() |
||
C5
|
Siklopentadiena
![]() |
||
C6
|
Benzene
![]() |
||
Σ
|
Bidang simetri
|
Refleksi melalui bidang simetri
|
H2O
![]() |
I
|
Pusat/titik inverse
|
Proyeksi melewati pusat inversi ke sisi seberangnya
dengan jarak yang sama dari pusat
|
![]() |
S4
|
Sumbu rotasi tidak sejati (Improper rotational sumbu)
|
Rotasi mengitari sumbu rotasi diikuti dengan refleksi
pada bidang tegak lurus sumbu rotasi
|
CH4
![]() |
S6
|
Etana
![]() |
B.
Klasifikasi Molekul Berdasarkan Grup Titik
Untuk menggolongkan molekul menurut simetrinya, dibuat
daftar unsur simetrinya, kemudian molekul yang mempunyai daftar sama dimasukkan
kedalam kelompok yang sama. Prosedur ini menempatkan CH4 dan CCl4
yang mempunyai simetri sama sebagai tetrahedral biasa kedalam grup yang
sama dan H2O masuk grup lain.
Nama grup tersebut ditentukan oleh unsur simetri yang
dimilikinya. Terdapat dua sistem penamaan yaitu sistem Schoenflies dan sistem
Hermann-Mauguin atau sistem internasional. Sistem Schoenflies lebih umum untuk
pembahasan molekul individual, dan sistem Hermann-Mauguin banyak digunakan
dalam pembahasan simetri kristal.
1.
Grup C1, Ci, Cs (Low
Symmetry)
Grup
|
Simetri
|
Example
|
Gambar
|
C1
|
jika molekul itu hanya mempunyai unsure identitas
|
CHFClBr
|
![]() |
Ci
|
Ci jika molekul tersebut mempunyai identitas
dan inverse
|
HClBrC-CHClBr
|
![]() |
Cs
|
jika molekul tersebut mempunyai identitas dan bidang
pemantulan
|
H2C=CClBr
|
![]() |
2.
Grup Cn, Cnv, Cnh
Sebuah molekul termasuk grup Cn jika molekul
tersebut memiliki sumbu simetri tingkat n. misalnya H2O2
mempunyai unsure E dan C2, sehingga termasuk grup C2.
Jika selain identitas dan sumbu Cn, molekul
juga mempunyai n bidang cermin vertical σv, maka molekul tersebut
termasuk grup Cnv. Contohnya molekul H2O mempunyai unsure
simetri E, C2, dan 2σv, sehingga termasuk grup C2v.
molekul NH3 mempunyai unsure simetri E, C3, dan 3σv,
sehingga termasuk grup C3v. molekul diatomic heferonuklir
seperti HCl termasuk C∞V, karena semua rotasi disekitar sumbu dan
pemantulan kehadapannya merupakan operasi simetri. C∞V juga
merupakan grup molekul OCS linier dan kerucut.
Objek yang selain
mempunyai identitas dan sumbu utama tingkat n juga mempunyai bidang
cermin horizontal σh, termasuk grup Cnh. Contohnya adalah
trans-CHCl=CHCl yang mempunyai unsure E, C2, dan σ2h.
seperti tampak pada gambar berikut.
3.
Grup Dn, Dnh, dan Dnd
Molekul yang mempunyai sumbu utama tingkat-n dan n sumbu
simetri tingkat-dua yang tegak lurus Cn seperti pada gambar berikut
ini termasuk grup Dn.

Gambar : Molekul dengan n sumbu rotasi tingkat dua
yang tegak lurus pada sumbu rotasi
tingkat-n termasuk Dn (Atkins, 1989).
Molekul termasuk kedalam grup Dnh jika molekul itu juga mempunyai bidang cermin
horizontal seperti pada gambar 15.12 . Molekul termasuk Dnh . Molekul BF3 trigonal-datar mempunyai
unsur E,C3,3C2, dan σh (dengan satu sumbu C2
sepanjang setiap ikatan B – F), sehingga termasuk D3h. Molekul C6H6
mempunyai unsur E, C6, 6C2, dan σh bersama dengan
beberapa unsur lain yang disiratkan, sehingga molekul itu termasuk D6h.
Semua molekul diatomik homonuklir, seperti N2 termasuk grup D∞h,
karena semua rotasi disekitar sumbu merupakan operasi simetri , demikian
juga rotasi ujung-ke-ujung dan pemantulan ujung –ke-ujung . D∞h juga
merupakan grup molekul OCO linier dan HC≡CH dan juga silinder seragam.

Gambar 15.12 tiga contoh molekul yang termasuk Dnh , (a)
C2H4 termasuk D2h, (b) PCl5 , yang
mempunyai panjang ikatan pada poros dan bidang mendatar yang berbeda termasuk D3h,
dan (c) kompleks [AuCl4]- bujur sangkar datar termasuk D4h
(Atkins, 1989).
Sebuah molekul termasuk golongan D nd, jika molekul itu
mempunyai unsur Dn dan n bidang cermin dihedral σd .
molekul alena yang terpuntir 900 seperti pada gambar 15.13a termasuk
D2d , dan etena yang berbentuk zigzag (gambar 15.13b) termasuk D3d.

Gambar 15.13 (a) molekul alena
90o termasuk D2d dan (b) konformasi zigzag dari etana
termasuk D3d
4.
Grup Sn
Molekul yang belum diklasifikasikan tetapi mempunyai satu
sumbu Sn , termasuk grup Sn . contohnya diperlihatkan
pada gambar 15.14 sangat jarang molekul yang termasuk Sn dengan n
> 4 . perhatikanlah bahwa S2 sama dengan Ci, sehingga
molekul seperti ini sudah digolongkan sebagai Ci

Gambar
15.14 Tetrafenilmetana merupakan contoh molekul yang termasuk S4 (Atkins,
1
5.
Kubus
Beberapa molekul yang sangat penting (misalnya CH4)
mempunyai lebih dari satu sumbu utama. Semua molekul ini termasuk kubus, dan
secara khusus termasuk tetrahedral T,Td dan Th atau
termasuk oktahedral O, Oh.

Molekul tetrahedral dan oktahedral lebih baik digambarkan
dalam hubungannya dengan kubus. Molekul itu termasuk salah satu kubus. (a) CCl4
termasuk Td dan (b) SF6 termasuk Oh
Dikenal juga beberapa molekul ikosahedral (dua puluh
sisi), yang termasuk molekul ini meliputi beberapa senyawa borang. Td
dan Oh merupakan tetrahedral biasa (misalnya CH4) dan
oktahedron biasa (SF6). Jika obyek itu mempunyai simetri rotasi dari
tetrahedron atau oktahedron, tetapi tidak mempunyai bidang pemantulannya, maka
obyek itu termasuk yang lebih sederhana T atau O. Th berdasarkan pada T, tetapi
juga mempunyai pusat inversi.
6.
Rotasi Penuh, R3
Rotasi penuh terdiri dari sumbu rotasi yang tak terhingga
banyaknya dengan semua nilai n yang
mungkin. Bola dan atom termasuk R3, tetapi tidak ada molekul yang termasuk itu.
Meneliti konsekuensi R3 merupakan cara yang sangat penting untuk menerapkan
argumentasi simetri terhadap atom dan merupakan hampiran alternatif bagi teori
momentum orbital.
Klasifikasi
molekul

1. Tentukan apakah molekul termasuk kedalam low symmetry (C1,Cs,Ci)
atau high symmetry (Td, Oh,
C∞h, D∞h, or Ih). Dideskripsikan dalam tabel
4-2 dan 4-3.
2. Untuk semua molekul yang tersisa, temukan sumbu rotasi
dengan n tertinggi, sumbu Cn
tertinggi untuk molekul
3. Apakah molekul memiliki setiap sumbu C2 tegak
lurus? Jika iya, akankah n seperti
sumbu C2, dan molekul dalam
kelompok set D. Jika tidak, itu termasuk dalam set C atau S.
4. Apakah molekul memiliki sebuah bidang cermin (σh)
tegak lurus pada sumbu Cn? Jika iya, itu diklasifikasikan dalam Cnh
atau Dnh. Jika tidak, lanjutkan ke langkah 5.
5. Apakah molekul memiliki setiap bidang cermin yang berisi
sumbu Cn (σv atau σd ) ? jika iya, itu diklasifikasikan
sebagai Cnv atau Dnd. Jika tidak, tetapi termasuk dalam
set D, itu diklasifikasikan sebagai Dn. Jika molekul termasuk dalam
set C atau S, lanjutkan ke langkah 6.
6. Apakah sebuah sumbu S2n collinear dengan sumbu Cn? Jika iya,diklasifikasikan
sebagai S2n. jika tidak, molekul tersebut diklasifikasikan sebagai Cn
Setiap langkah diilustrasikan dalam teks berikut dengan menetapkan molekul pada gambar 48.
Untuk kasus low
symmetry dan high symmetry
diperlakukan berbeda karena sifat
khusus mereka. Molekul yang tidak termasuk dalam
kelompok lowsymmetry dan high symmetry dapat termasuk dalam
sebuah grup titik dengan mengikuti langkah2 sampai 6.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1.
Terdapat lima jenis
operasi simetri dan lima jenis unsur simetri, yang membuat sekurang-kurangnya
satu titik tak berubah, sehingga menghasilkan grup titik.
2.
Operasi simetri
terdiri dari identitas E, sumbu putas Cn, Bidang pantul simetri (σ), Pusat
Inverse (i) dan sumbu Putar Pantul Sn
3.
Rotasi tingkat n
(oprasinya) disekitar sumbu simetri tingkat-n Cn (unsure yang bersangkutan)
merupakan rotasi 360o/n.
4.
Molekul H2O
mempunyai sumbu simetri tingkat 2 C2. Molekul NH3
mempunyai sumbu simetri tingkat 3
5.
Operasi simetri suatu bidang simetri adalah berupa refleksi
(pantulan) oleh bidang tersebut yang menghasilkan konfigurasi molekul yang ekivalen
6.
Molekul yang tidak
mempunyai sumbu simetri Cn dan bidang simetri yang tegak lurus dengan Cn bukan
berarti tidak mempunyai Sn
7.
Operasi pusat inversi adalah refleksi
suatu objek terhadap titik pusat inverse
8.
Molekul H2O2
mempunyai unsure E dan C2, sehingga termasuk grup C2, H2O
mempunyai unsure simetri E, C2, dan 2σv, sehingga termasuk
grup C2v, dan Objek yang juga mempunyai bidang cermin horizontal σh,
termasuk grup Cnh. Contohnya adalah trans-CHCl=CHCl
9.
Klasifikasi molekul
berdasarkan grup titik yaitu grup Grup C1, Ci, Cs, Dn,
Dnh, dan Dnd, dan Grup Sn
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1989. Kimia
Fisika Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Miessler, Gary L dan Donald A.Tarr. Inorganic Chemistry. Person Education International : Minnesota
Krisnandi, Yuni dan Riwandi Sihombing. 2015. Introduksi Simetri Molekular. AndriansChem.blogspot.com
diakses pada tanggal 22 April 2015 Pukul
16.00 WIB di Bandar Lampung .
Anonim. 2015. Simetri
Molekular (pdf). http://staffuny.ac.id/sites/default
/files/2b.%20Rangkuman%20Diktat%20Kimia%20Anorganik%20IV_0.pdf diakses pada 30
April 2015 pukul 16.10 WIB di Bandar Lampung












